I’m Growing, I’m Changing, I’m Responsible: Aqil Baligh Education for Grade 4 Primary GIS 3 Jogja

Penyerahan souvenir dari GIS 3 Jogja kepada Ustaz Bram dan Ustazah Deri

Yogyakarta – Anak-anak grade 4 kini berada di masa transisi menuju aqil baligh. Pada fase ini, pengetahuan seputar aqil baligh, mulai dari perubahan fisik sampai biologis, perlu dipahami dengan baik. Oleh karena itu, Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) mengadakan Pendidikan Aqil Baligh pada hari Selasa, 29 September 2026.

Hall lantai 3 Primary menjadi saksi bagaimana anak-anak itu sedikit demi sedikit belajar memahami fase hidupnya. Ustaz Bramantyo Suryo Nugroho, M.H. dan Ustazah Deri Rizki Anggarani, S.Gz. yang penuh keceriaan akan menjadi teman belajar anak-anak hari ini.

Memahami Diriku yang Terus Bertumbuh

Sesi pertama yang bertajuk “I’m Growing” mengajak anak-anak untuk memahami bahwa dirinya sedang dan akan terus bertumbuh. Ustaz Bram menjaga semangat anak-anak dengan mengajak mereka menyerukan tema kegiatan ini: Growing Up with Faith and Confidence.

Di sesi pertama, Ustaz Bram memaparkan materi tentang pertumbuhan manusia
Di sesi pertama, Ustaz Bram memaparkan materi tentang pertumbuhan manusia (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Supaya suasana tetap hidup, Ustaz Bram aktif mengajak mereka berinteraksi lewat pertanyaan-pertanyaan pemantik, seperti “Aqil baligh itu apa, sih?”, yang langsung dijawab dengan antusias oleh anak-anak.

Dari Ustaz Bram, anak-anak memahami bahwa aqil itu akal untuk membedakan baik dan buruk, sedangkan baligh berkaitan dengan perkembangan fisik. Memasuki fase aqil baligh, anak menjadi mukallaf, orang yang ibadah dan dosanya mulai dihitung dan ditanggung sendiri. Oleh sebab itu itu, Ustaz mengingatkan mereka untuk selalu rajin beribadah.

Keceriaan Ustazah Deri ikut membangkitkan antusiasme anak. Pemaparannya yang berjudul “Bahagia Menyambut Aqil Baligh” menjelaskan tentang perubahan fisik dan emosi, serta ‘virus pergaulan’ yang perlu dihindari, misalnya mabuk-mabukan dan pornografi.

Potret Ustazah Deri sedang mempresentasikan materinya kepada anak-anak
Potret Ustazah Deri sedang mempresentasikan materinya kepada anak-anak (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Pertanyaan-pertanyaan reflektif, contohnya, “Bagaimana perasaannya sebentar lagi sudah aqil baligh?” dilontarkan. Jawaban anak-anak pun beragam—ada yang bahagia, ada yang takut—, mencerminkan kepolosan mereka dalam melihat kehidupan aqil baligh dari sudut pandang masing-masing.

Sesi ini diakhiri dengan sebuah nasihat penting dari Ustazah Deri. Beliau mengingatkan agar anak-anak selalu menjaga diri, melindungi tubuhnya dari sentuhan orang asing, dan segera melapor kepada orang tua jika mengalami kejadian semacam itu.

Mengenal Perubahan, Menata Tanggung Jawab

Setelah snack time, agenda berlanjut ke sesi kedua yang membahas tentang “My Body, My Changes, and My Responsibility”. Di sesi ini, siswa laki-laki dan perempuan dipisah karena pembahasan terkait reproduksi menjadi lebih dalam dan serius.

Anak-anak perempuan belajar tentang organ reproduksi bersama Ustazah Deri
Anak-anak perempuan belajar tentang organ reproduksi bersama Ustazah Deri (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Bersama pemateri masing-masing, anak-anak belajar tentang organ reproduksi, apa yang terjadi dan tidak boleh dilakukan saat mimpi basah maupun menstruasi, serta bagaimana cara menyucikan diri yang benar.

Pelan-pelan, anak-anak perempuan mengikuti step by step cara memakai pembalut seperti yang ditunjukkan ustazah. Boneka peraga serupa organ perempuan yang dibawa ustazah juga membantu anak-anak memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang tubuh mereka.

Sebagai individu yang berada di masa transisi, anak-anak ini masih banyak bingungnya. Pertanyaan-pertanyaan polos berjejalan dalam kepala. Beberapa mereka cari jawabannya dari ustaz atau ustazah yang menjawab dengan penuh kesabaran. 

Penyerahan souvenir dari GIS 3 Jogja kepada Ustaz Bram dan Ustazah Deri
Penyerahan souvenir dari GIS 3 Jogja kepada Ustaz Bram dan Ustazah Deri (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Membuka Ruang untuk Memahami Perubahan

Mengutip ucapan Ustaz Bram, “Memasuki fase aqil baligh bukan semata-mata kita bertambah besar, tapi Allah memberi kepercayaan kepada kita untuk menjadi pribadi yang dewasa,” artinya kita harus tetap memegang teguh keimanan setelah fase aqil baligh.

Edukasi mengenai masa pubertas sudah seharusnya tidak lagi menjadi sesuatu yang tabu. Sebaliknya, topik ini justru harus diperkenalkan dan dibicarakan bersama anak agar mereka memahami perubahan diri dan kewajiban mereka.

Pendidikan Aqil Baligh yang diselenggarakan Primary GIS 3 Jogja merupakan satu langkah yang perlu diapresiasi. Harapannya, melalui kegiatan ini, anak-anak bisa lebih siap menghadapi datangnya aqil baligh dan sadar untuk menerapkan batasan, baik untuk melindungi diri sendiri maupun menghormati orang lain. []

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *