Beyond Winning: The Journey of Internal Competition at Primary GIS 3 Jogja

Para siswa sedang mengikuti Lomba Cerdas Cermat dalam Internal Competition

Yogyakarta – Pagi itu, siswa-siswi Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) berangkat sekolah dengan semangat dan jiwa kompetisi yang membara. Kegiatan Internal Competition siap dilaksanakan.

Rangkaian kegiatan Internal Competition digelar selama tiga hari, mulai dari Rabu–Jumat, 25–27 Februari 2026 dan akan diikuti oleh seluruh siswa Primary. Kegiatan ini menggunakan pendekatan competition learning dan leading team yang membentuk karakter siswa yang kompetitif sekaligus kolaboratif.

Ada tiga kategori lomba yang diselenggarakan dalam Internal Competition, yaitu lomba agama, seni, dan English. Siswa dapat memilih kategori dan lomba mana yang paling sesuai dengan minat dan bakatnya.

Potret keceriaan seorang siswa yang akan mengikuti lomba Vocal Group
Potret keceriaan seorang siswa yang akan mengikuti lomba Vocal Group (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Basemen Primary juga telah disulap menjadi arena lomba. Meja dan kursi ditata rapi, beberapa diletakkan di atas panggung. Sejumlah ruang kelas telah dipersiapkan sebagai tempat lomba yang siap digunakan oleh para peserta.

Warna-Warni Hari Pertama

Di hari pertama, ada Lomba Cerdas Cermat (LCC). Setiap kelas mengirimkan 3 siswa sebagai delegasi. Ketiganya akan bekerja dalam tim untuk menyelesaikan seluruh pertanyaan. Bukan hanya mengasah kecerdasan, lomba ini juga melatih kekompakan para siswa.

Lomba Musabaqah Azan dihadirkan untuk mengembangkan seni baca azan dan menanamkan rasa cinta mengumandangkan azan di kalangan siswa. Pagi itu, ruang kelas penuh oleh lantunan azan. Lomba ini diikuti oleh seorang siswa putra dari masing-masing kelas.

Seorang siswa sedang mengumandangkan azan dalam lomba Musabaqah Azan
Seorang siswa sedang mengumandangkan azan dalam lomba Musabaqah Azan (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Dari kategori English, ada lomba Spelling Bee atau kompetisi mengeja kata dalam bahasa Inggris. Dua orang dari setiap kelas di grade 1–3 bersaing membawa nama kelasnya masing-masing. Sementara itu, siswa grade 4 dan 5 diberi lomba yang lebih menantang, yaitu Storytelling atau bercerita dalam bahasa Inggris.

Kedua lomba di atas bertujuan untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris siswa, mulai dari kekayaan kosakata sampai fluency dan pronunciation. Lomba ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbahasa asing. Harapannya, siswa lebih siap menjadi bagian dari masyarakat global.

Di sisi lain, dari hall terdengar suara-suara merdu siswa yang sedang bernyanyi. Lagu-lagu Islami mengalun menghangatkan hati para pendengarnya. Lomba Vocal Group terlaksana di ruangan ini dengan 4 siswa dari setiap kelas sebagai pesertanya.

Potret empat orang siswa sedang bernyanyi dalam lomba Vocal Group
Potret empat orang siswa sedang bernyanyi dalam lomba Vocal Group (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Melatih kreativitas siswa, lomba gambar bercerita dan mewarnai hadir untuk seluruh siswa. Siswa pada grade 1 dan 2 mengikuti lomba mewarnai, sedangkan grade 3–5 mengikuti gambar bercerita.

Gambar bercerita maksudnya gambar yang menceritakan peristiwa keseharian berdasarkan pengalaman atau imajinasi yang tidak merujuk pada realitas sebagai bentuk ekspresi dan komunikasi visual. Di sini, siswa ditantang untuk memainkan imajinasinya untuk menghasilkan suatu karya.

Saat Siswa Belajar, Berani, dan Bersinar

Lomba Musabaqah Tartil Qur’an (MTQ) diselenggarakan di hari kedua. Bukan hanya menilai ketepatan dan kelancaran bacaan Al-Qur’an, lomba ini juga menuntut siswa untuk memahami adab membaca kitab suci.

Seorang siswa tengah menyenandungkan ayat dalam lomba Musabaqah Tartil Qur'an (MTQ)
Seorang siswa tengah menyenandungkan ayat dalam lomba Musabaqah Tartil Qur’an (MTQ) (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Jika MTQ adalah lomba membaca Al-Qur’an, Musabaqah Hifdzil Qur’an merupakan lomba menghafal Al-Qur’an. Jadi, tujuan dari lomba ini ialah untuk menilai kemampuan menghafal Al-Qur’an para siswa dengan aspek penilaian berfokus pada ketepatan hafalan.

Suara riuh terdengar dari basemen sekolah, tempat penyelenggaraan lomba English Quiz. Setiap kelas mengirimkan 3 orang perwakilan untuk berkompetisi. Di lomba ini, siswa diajak untuk bisa berpikir secara cepat dan tepat untuk bisa mencetak skor dan menyabet gelar pemenang.

Tak kalah meriah, hall juga dipenuhi oleh siswa grade 1–5 yang mengikuti lomba Fashion Show yang dilaksanakan secara berpasangan. Dengan lihai, mereka unjuk diri, memperlihatkan penampilan yang unik dan penuh ekspresi.

Dalam balutan kostum yang indah, para siswa bergaya dalam lomba Fashion Show
Dalam balutan kostum yang indah, para siswa bergaya dalam lomba Fashion Show (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Di hari ketiga atau hari terakhir pelaksanaan Internal Competition, para pemenang diumumkan, hadiah-hadiah dibagikan. Suasana penutupan Internal Competition ini terasa meriah, dipenuhi suara tepuk tangan dan wajah-wajah bangga para siswa serta gurunya.

Di Balik Panggung Lomba: Tumbuhnya Percaya Diri dan Kreativitas

Internal Competition di Primary GIS 3 Jogja hadir sebagai “paket lengkap” yang tidak hanya menekankan aspek agama, tetapi juga kemampuan bahasa Inggris dan jiwa kreativitas siswa. Kegiatan ini menjadi suatu wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan rasa percaya dirinya.

Lewat berbagai perlombaan yang dihadirkan, siswa didorong untuk berani mencoba, berkolaborasi, dan mengekspresikan diri melalui jalur yang positif. Jadi, pengalaman ini bukan sekadar kompetisi, tetapi proses pembelajaran yang berkesan []

Raut wajah ceria dan bangga siswa ketika menerima piala penghargaan Internal Competition
Raut wajah ceria dan bangga siswa ketika menerima piala penghargaan Internal Competition (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

 

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *