A Tapestry of Indonesia: The Spectacular Journey of the Grade 1 Primary Ethnic Show

Yogyakarta – Kegiatan kokurikuler Ethnic Show bertema “Learning Culture, Sharing Happiness” telah sukses digelar oleh grade 1 Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) pada hari Jumat, 8 Mei 2026 pukul 07.30–10.00 WIB di aula sekolah. 

Siswa grade 1 datang ke sekolah dengan warna-warni pakaian adat. Setiap kelas merepresentasikan provinsi tertentu. Kelas 1A tampak mengenakan pakaian Jawa Tengah, kelas 1B berpakaian adat Jawa Barat, kelas 1C memakai pakaian adat Sumatera Barat, sedangkan kelas 1D, dengan baju serba hitam, mewakili Kalimantan Timur.

Misi Empat Minggu menuju Panggung

Ethnic Show bukan sekadar penampilan satu hari, melainkan puncak dari perjalanan panjang grade 1. Di balik pakaian adat yang dikenakan dan pertunjukan yang ditampilkan, ada minggu-minggu penuh latihan, persiapan, dan kerja sama yang telah dimulai sejak empat minggu sebelumnya.

Potret siswa sedang latihan menyanyi sebelum pelaksanaan Ethnic Show
Potret siswa sedang latihan menyanyi sebelum pelaksanaan Ethnic Show (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Selama empat minggu, para siswa berlatih dengan giat di bawah bimbingan teachers. Sedikit demi sedikit, mereka mempelajari gerakan, menghafal penampilan, dan membangun rasa percaya diri hingga akhirnya siap tampil di atas panggung Ethnic Show.

Visit Class: Keliling Daerah dalam Sehari

Sehari sebelum hari puncak Ethnic Show, diselenggarakan Visit Class. Sesuai namanya, Visit Class berarti mengunjungi kelas-kelas. Siswa dalam satu kelas dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok tetap di kelas untuk menerima tamu, satu kelompok lain berkeliling dari kelas ke kelas.

Di salah satu sisi dinding kelas, terpasang tiga papan berisi informasi baju adat, makanan khas, dan alat musik. Tak lupa, ada keterangan berisi nama objek, gambar, dan deskripsi singkat. Semuanya disusun secara kreatif dan menarik oleh para teacher.

Momen ketika siswa sedang Visit Class dan mengamati papan informasi dengan saksama
Momen ketika siswa sedang Visit Class dan mengamati papan informasi dengan saksama (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Siswa-siswi tamu mengamati papan informasi tersebut satu per satu. Matanya berbinar memancarkan keingintahuan yang tinggi. Komentar-komentar sederhana keluar dari mulut mereka, “Di sini ada ini!” ucapnya sembari menunjuk objek yang dimaksud.

Puas melahap berbagai informasi kebudayaan yang tertera di papan, siswa diajak menyantap snack khas daerah tersebut. Di kelas 1A, misalnya, terhidang sosis solo yang siap disantap para siswa.

Sambil duduk di atas evamat, para siswa menikmati waktu makan dengan ceria. Video seputar pengetahuan daerah pun ditayangkan untuk menemani mereka. Jadi, bukan hanya perut yang kenyang, tetapi juga kepala yang dipenuhi ilmu baru.

Menenun Cinta Tanah Air Lewat Puisi, Musik, dan Tari 

Di acara puncak, siswa-siswi tampil menawan dalam balutan berbagai baju daerah Indonesia. Aksesori khas, seperti ikat kepala berhias kepala burung khas Minahasa dan cunduk mentul khas Jawa, juga turut mempercantik penampilan siswa.

Kirab dari depan ruang kelas 1 sampai hall menjadi pembuka Ethnic Show
Kirab dari depan ruang kelas 1 sampai hall menjadi pembuka Ethnic Show (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Pukul 07.30 WIB, kegiatan diawali dengan kirab. Diiringi suara instrumen lagu Jawa, para siswa berbaris rapi sesuai kelas masing-masing. Di depan, ada teacher yang memimpin barisan menuju hall sembari membawa tongkat bertuliskan nama daerah yang mereka representasikan.

Di hall, kursi-kursi telah disiapkan. Tempat duduk setiap kelas sudah ditentukan, sehingga siswa tidak lagi kebingungan. Mereka pun bergegas duduk di kelompok kelasnya masing-masing. Tubuh-tubuh mungil itu tampak seolah tenggelam di kursi yang lebih besar.

Sapaan penuh keceriaan dari Ms. Evita dan Mr. Doni, selaku Master of Ceremony (MC) Ethnic Show kali ini, menyambut kehadiran siswa. Keduanya begitu aktif dan interaktif, membuat suasana semakin hidup dan menyenangkan.

Potret keseriusan siswa ketika mengikuti kegiatan Ethnic Show
Potret keseriusan siswa ketika mengikuti kegiatan Ethnic Show (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Tanpa menunggu lama, kegiatan segera dimulai dengan rangkaian opening, mulai dari reciting the Holy Qur’an, bear witness, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars GIS, serta pembacaan doa.

Mengenakan pakaian adat Papua, Ms. Aini selaku Kepala Sekolah Primary menyampaikan pesan hangat kepada siswa. Beliau mengajak siswa untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia agar tumbuh rasa cinta dan bangga terhadap bangsa.

Setelah menyampaikan pesannya, Ms. Aini secara resmi membuka kegiatan Ethnic Show hari ini. Suara gong yang nyaring dan tepuk tangan yang meriah pun terdengar menyambut pembukaan tersebut.

Selanjutnya, masuk ke sesi performance yang menghibur dan menyenangkan hati. Sesi ini menjadi yang paling ditunggu-tunggu. Setelah berlatih selama empat minggu, inilah saatnya siswa menampilkan kemampuan terbaik mereka.

Potret seorang siswa sedang bernyanyi sembari mengibaskan Bendera Merah Putih kecil
Potret seorang siswa sedang bernyanyi sembari mengibaskan Bendera Merah Putih kecil (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Performance pertama hadir dari 8 orang siswa yang menyanyikan lagu “Aku Anak Indonesia”. Tangan kanannya menggenggam Sang Merah Putih kecil. Sepanjang lagu, bendera itu dikibaskan ke segala arah, mengikuti gerakan badan mereka.

Performance berikutnya adalah Reciting Sumpah Pemuda. Setiap kelas mengirimkan satu siswa untuk turut ambil bagian dalam penampilan ini. Keempat siswa tersebut berdiri di atas panggung dan secara bergantian membacakan isi Sumpah Pemuda, diiringi alunan instrumen bernuansa nasionalis.

Menjelang performance ketiga, suasana seketika menjadi ramai. Siswa berdiri dari kursinya, melihat ke arah depan, sambil berseru heboh. Rupanya, di pojok panggung sudah ada Mr. Farel dengan pakaian adat Madura yang identik dengan peci tingginya. “Ini namanya peci anti kesombongan,” ujarnya.

Penampilan musikalisasi puisi diiringi permainan musik Mr. Farel
Penampilan musikalisasi puisi diiringi permainan musik Mr. Farel (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Diiringi alunan keyboard Mr. Farel, performance musikalisasi puisi berlangsung penuh penghayatan. Satu per satu siswa naik untuk membacakan puisi, lalu ditutup dengan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”.

Pakaian adat Bengkulu, Nusa Tenggara Timur, Bangka Belitung, dan Sumatera Barat hadir di performance keempat, yaitu fashion show. Setiap kelas menunjuk dua orang siswa sebagai delegasi. Seketika, panggung itu menjadi milik mereka, semua mata tertuju pada keelokan busana yang dikenakan.

Ketika siswa bergaya di setiap sisi panggung, Ms. Evita dan Mr. Doni memberikan eksplanasi tentang pakaian-pakaian adat yang dikenakan siswa. Fashion show diakhiri dengan menyanyikan lagu “Bagimu Negeri”.

Perwakilan siswa kelas 1D sedang berpose saat performance fashion show
Perwakilan siswa kelas 1D sedang berpose saat performance fashion show (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Sebelum beranjak ke performance terakhir, terlebih dulu diadakan quiz time. Saat kedua MC selesai membacakan soal, tangan-tangan siswa langsung teracung tinggi, berebut ingin menjawab. Siswa yang ditunjuk dan bisa menjawab dengan tepat akan memperoleh hadiah.

Performance penutup adalah tarian tradisional dari masing-masing kelas. Kelas 1A menampilkan tari kreasi Jawa Tengah. Gerakan mereka begitu lincah mengikuti irama lagu “Suwe Ora Jamu” dan “Gundul Pacul”.

Tari Tokecang dari Sunda ditampilkan oleh kelas 1B. Dengan gerakan tangan dan kaki yang selaras, para siswa menampilkan tarian ini dengan penuh semangat. Berikutnya, siswa kelas 1C naik panggung sambil membawa piring putih di kedua tangan. Diiringi lagu yang begitu ceria, mereka membawakan Tari Piring.

Dengan piring di tangan, siswa kelas 1C membawakan Tari Piring
Dengan piring di tangan, siswa kelas 1C membawakan Tari Piring (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Kelas 1D menutup rangkaian performance ini dengan Tari Flying High, sebuah tari kreasi modern yang terinspirasi dari budaya Dayak. Tarian ini cenderung lebih tenang, tetapi musik berubah sedikit menggebu di bagian tengah.

Di penghujung kegiatan, apresiasi diberikan kepada keempat kelas yang telah memberikan usaha terbaiknya sejak masa persiapan hingga Ethnic Show berlangsung. Kategori “The Most Ethnic Class” diperoleh kelas 1C, “The Most Enthusiastic Class” oleh kelas 1B, “The Most Creative Class” oleh kelas 1D, dan “The Best Dressed Class” oleh kelas 1A.

Pelajaran Berharga di Balik Panggung 

Melalui Ethnic Show, siswa belajar lewat pengalaman nyata sehingga lebih mudah memahami apa yang dipelajari. Hal ini terlihat saat quiz time berlangsung. Mereka tampak antusias menjawab pertanyaan dan mampu memberikan jawaban yang tepat.

Momen pembagian hadiah apresiasi untuk setiap kelas
Momen pembagian hadiah apresiasi untuk setiap kelas (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Ethnic Show juga dirancang untuk menjadi media pembelajaran yang interaktif. Hasilnya, siswa jadi lebih terbiasa dan berani menyuarakan pendapat maupun jawabannya. Di samping itu, siswa juga lebih termotivasi serta antusias selama proses belajarnya.

Primary GIS 3 Jogja berharap, media pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif seperti ini akan memupuk dan menumbuhkan wawasan mereka. Ethnic Show juga mengajarkan siswa supaya saling menghargai karena kita hidup dalam keberagaman. []

 

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *