Yogyakarta – Kalau anak-anak lain belajar di kelas, pagi ini, sebanyak 32 anak grade 4 dan 5 Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) justru sedang duduk manis di basement hall.
Mereka adalah anak-anak yang terpilih sebagai Dokter Kecil (Dokcil) dan Tim Inti Pramuka (TIP) untuk tahun ajaran 2026/2027. Hari ini, Jumat, 25 September 2026, mereka diberi pelatihan dasar berkaitan dengan posisi mereka masing-masing.
Kegiatan pelatihan dimulai pukul 07.45, ditandai dengan serangkaian kegiatan opening, mulai dari tilawah sampai sambutan dari Mr. Adam, Koordinator Wakil Kepala Sekolah Primary GIS 3 Jogja.

“Kalian sudah terpilih menjadi Dokcil dan TIP setelah melewati banyak tes,” ucap Mr. Adam dengan penuh kebanggaan. Beliau juga mengingatkan anak-anak supaya tetap rendah hati dan tidak melupakan tugas belajarnya, meskipun kini memiliki tanggung jawab baru.
Selesai menjalani opening bersama, para Dokcil berpindah ruangan ke Laboratorium Science, tempat mereka nanti akan belajar bersama Ms. Dian dan Ms. Iva. Sementara itu, TIP tetap bertahan di basement hall bersama Kak Tegar.
Dokter Kecil: Menjadi Pribadi yang Peduli dan Komunikatif
Sebagai awalan, para Dokcil terlebih dulu diberi penjelasan mendasar tentang seluk-beluk Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan peran serta lingkup kerja dokcil. Selanjutnya, anak-anak belajar tentang kesehatan dan kebersihan, mulai dari cara mencuci tangan, etika batuk dan bersin, menjaga kesehatan mata dan telinga, sampai pengetahuan tentang gizi.

Rasa penasaran anak-anak meningkat ketika Ms. Dian menunjukkan dan menjelaskan isi dan fungsi kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Menariknya, di sesi ini, beberapa anak memperoleh kesempatan untuk memperagakan langsung pengobatan sederhana pada kasus mimisan. Jadi, anak mendapatkan pengalaman optimal.
Dokcil juga harus memiliki kemampuan public speaking yang baik. Oleh sebab itu, Ms. Iva hadir untuk mengajarkan anak-anak eye contact, vokal, artikulasi, dan intonasi yang jelas. Satu per satu anak melakukan praktik dan memperoleh saran yang membangun sebagai bahan evaluasi dan pengembangan diri.
Tim Inti Pramuka: Mengembangkan Kedisiplinan dan Nasionalisme
Sesi pelatihan TIP diawali oleh refleksi singkat dari Ms. Wulan yang memberi anak kesempatan untuk mengingat-ingat kembali sikap kepemimpinan apa yang telah mereka terapkan sebelumnya.

Di bawah hangat sinar mentari pagi itu, anak-anak menerima materi Pelatihan Baris-Berbaris (PBB). Mereka diajari membentuk barisan, sikap siap sempurna, sampai teknik dasar baris-berbaris. Meski singkat, latihan ini membentuk anak menjadi lebih disiplin, kompak, dan tertib.
Setelah berpanas-panasan di lapangan futsal, anak-anak kembali duduk di basement hall. Mereka menikmati video bertema nasionalisme, sebelum kemudian Kak Tegar menutup pelatihan itu dengan nasihat agar anak-anak TIP selalu konsisten menerapkan sikap-sikap kepemimpinannya.
Menggali Makna Sebuah Pelatihan Kepemimpinan
Anak-anak mungkin melihat pelatihan ini sebagai cara untuk menggali bidangnya masing-masing—kesehatan ataupun kepramukaan—, tempat mereka dilatih disiplin melalui baris-berbaris maupun belajar memberi penanganan sederhana pada teman yang mimisan.

Namun, pelatihan ini bermakna jauh lebih dalam. Di sini, jiwa kepemimpinan mereka ditempa. Tujuannya, supaya mereka tumbuh menjadi calon pemimpin yang membawa dampak positif pada sekitar dan bertanggung jawab, baik pada dirinya sendiri atau orang lain.
Pada akhirnya, menjadi Dokcil dan TIP adalah perjalanan panjang menuju kepemimpinan yang berkarakter. Dari pelatihan ini, harapannya, teman-teman Dokcil dan TIP bisa bekerja sama dengan baik di timnya masing-masing selama satu tahun ke depan. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

