Yogyakarta – Tidak seperti biasanya, hari ini, Kamis, 5 Maret 2026, siswa-siswi grade 5 Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) baru menginjakkan kaki di sekolah pada pukul 11.00 WIB.
Mereka akan menggelar kegiatan Ifthar Jama’i dan Pesantren Ramadan selama 2 hari 1 malam, yaitu sejak Kamis, 5 Maret 2026 sampai Jumat, 6 Maret 2026 pukul 06.30 WIB. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan saat tiba bulan Ramadan.
Menghidupkan Ramadan: Ibadah, Kebersamaan, dan Keceriaan di Pesantren Ramadan
Opening dan tadarus menjadi pembuka dari seluruh rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan grade 5 kali ini. Aktivitas pembuka ini memunculkan kesan syahdu dan menenangkan sejak awal kegiatan.

Memasuki waktu salat Zuhur, siswa salat berjemaah di musala sekolah. Suasana berubah tenang ketika mereka salat dengan khusyuk. Aktivitas ini menjadi wadah untuk memperkuat kebiasaan ibadah bersama di kalangan siswa.
Sebagai upaya membangun suasana yang penuh keceriaan dan keseruan, siswa bermain game tarik tambang menggunakan Interactive Flat Panel (IFP). Mereka akan diberi pertanyaan seputar Ramadan dan yang bisa menjawab dengan tepat boleh menarik tambangnya.
Menjelang waktu Asar, siswa diajak berkreasi dengan memasak bersama. Makanan yang dibuat adalah cilok bakar. Tangan-tangan yang berlumuran tepung justru menjadikan tawa mereka semakin lebar. Kegiatan Fun Cooking ini dilaksanakan secara bergantian dengan packing bakti sosial zakat di Lab Science.

Seusai berkutat dengan aneka bahan dan alat masak, siswa membersihkan diri sekaligus bersiap untuk salat Asar berjemaah. Agenda ini menjadi jeda sesaat bagi para siswa yang telah beraktivitas sejak siang.
Sore hari, siswa ditemani dengan dongeng dari Pakde Bob (Bobby Blanco) dalam sesi Kajian Ramadan. Sesi ini menjadi lebih meriah seiring dengan bergabungnya siswa grade 3 dan 4. Melalui dongeng, siswa dibimbing untuk memahami manfaat sedekah, meski nominalnya tidak banyak.
Saat kajian yang reflektif dan menyita perhatian siswa usai, agenda berlanjut dengan sesi yang seru dan menghibur, yaitu kuis dan performance. Agenda ini mampu melukiskan tawa dan senyum yang lebih lebar di wajah para siswa.

Berikutnya, acara berlanjut dengan pemberian santunan kepada anak yatim. Ketika azan Magrib berkumandang, mereka segera menyantap takjil dan kurma, kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib berjemaah. Puasa hari itu tuntas, berganti dengan rasa syukur dan kebersamaan yang hangat di antara mereka.
Para siswa kembali ke base masing-masing di ruang kelas 1. Di sana, mereka melahap habis cilok-cilok bakar yang diolah ketika fun cooking. Puas dengan santapan ringannya, siswa kembali ke basemen untuk makan nasi dan aneka lauk pauk.
Selesai dengan agenda makan-makan, siswa melaksanakan salat Isya dan tarawih berjemaah di musala. Kultum dari Dzakka (5A) hadir di antara kedua salat tersebut. Meski sederhana, kultum tersebut menjadikan suasana lebih reflektif dan damai.

Agenda penutup malam ini adalah islamic movie time. Di bawah remang-remang cahaya, wajah-wajah siswa terlihat antusias menonton film yang diputar. Aktivitas ini menutup hari dengan penuh kehangatan dan mengantarkan siswa pada tidur pulas yang menenteramkan.
Pukul 03.00 WIB, siswa bangun dari tidur nyenyaknya. Meski kantuk masih terasa, mereka bergegas mengambil wudu untuk salat Tahajud. Kegiatan ini merupakan sarana untuk mengajak sekaligus membudayakan kebiasaan salat malam yang penuh berkah dan keutamaan.
Setelah salat Tahajud dan tadarus sebentar, tiba waktunya untuk santap sahur. Ketika makanan sudah terhidang di hadapan, siswa segera mengisi perutnya agar tidak goyah saat berpuasa nanti. Tidak butuh waktu lama, piring-piring siswa sudah kembali bersih.

Ketika suara azan terdengar, siswa segera bersiap untuk menjalankan salat Subuh berjemaah. Abdillah Omar, seorang siswa kelas 5B, kemudian tampil sebagai da’i yang menyampaikan kultum setelah salat. Ibadah pagi itu ditutup dengan tadarus yang diikuti siswa dengan sungguh-sungguh.
Saat seluruh ibadah selesai, siswa tidak lantas diam saja. Mereka melanjutkan aktivitas dengan jalan sehat di sekitar sekolah. Dengan kegiatan ini, siswa bisa menghirup udara pagi yang masih segar, sehingga tubuh mereka pun menjadi lebih sehat dan bugar.
Jumat pagi pukul 06.30 WIB, siswa merapikan barang-barangnya, menyandang kembali tas ranselnya. Mereka siap kembali ke rumah dengan segenggam pengalaman serta pelajaran baru tentang ibadah serta makna beribadah bulan Ramadan.

Belajar, Beribadah, dan Bertumbuh Bersama di Pesantren Ramadan
Sepanjang kegiatan, siswa diajak melakukan berbagai hal positif, mulai dari tadarus, salat berjemaah, sampai memasak (fun cooking). Hal ini dilakukan supaya siswa terbiasa mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat sekaligus untuk menumbuhkan kemandirian dalam diri siswa.
Sebagai implementasi nyata dari Pilar Keislaman GIS 3 Jogja, kegiatan Ifthar Jama’i dan Pesantren Ramadan diharapkan bisa meningkatkan sikap syukur kepada Allah swt., menumbuhkan rasa kebersamaan, dan memupuk sikap peduli terhadap sesama. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

