Yogyakarta – Pagi itu, Rabu, 7 Januari 2026, siswa-siswi berseragam jas putih ala dokter tampak hadir di UKS Playgroup-Kindergarten Global Islamic School 3 Yogyakarta (PG-K GIS 3 Jogja). Mereka lah para Dokter Kecil (Dokcil) dari unit Primary GIS 3 Jogja.
Dokcil adalah organisasi siswa tingkat dasar di Primary yang terdiri dari siswa-siswi kelas 4. Di level ini, siswa mengalami masa transisi dari lower class ke upper class sehingga menjadi waktu yang tepat bagi siswa untuk belajar dan mengembangkan bakatnya.
Tidak semua siswa memperoleh kesempatan menjadi dokter kecil. Ada proses seleksi yang harus dilalui untuk menentukan kelayakan seorang siswa. Melalui seleksi pula, sekolah bisa memilih siswa yang dipandang siap berkomitmen.
Program dokcil membentuk siswa yang aware terhadap kesehatan diri dan lingkungannya. Dalam diri mereka tumbuh pemahaman tentang menjaga kesehatan, kebiasaan merawat diri, dan kemampuan menolong teman lewat pertolongan pertama sederhana.

Langkah Kecil menjadi Dokter di Posyandu PG-K
Setiap bulannya, langkah kecil para dokcil hadir di posyandu PG-K GIS 3 Jogja. Di sana, mereka bertugas membantu memeriksa kesehatan adik-adiknya. Tangan-tangan terampil itu bergerak cepat mengoperasikan berbagai alat kesehatan.
Mata mereka jeli mengamati angka-angka yang tertera pada timbangan, stadiometer, dan meteran, melihat hasil pengukuran berat dan tinggi badan serta lingkar kepala siswa PG-K. Praktik ini melatih siswa menjadi lebih teliti dan cermat dalam melihat segala sesuatu.
Dengan senter kecil, para dokcil melakukan pemeriksaan kebersihan telinga. Tak ketinggalan, kebersihan kuku juga diperiksa. Meski terlihat sepele, telinga dan kuku adalah bagian tubuh yang harus selalu dijaga kebersihannya.

Kegiatan posyandu di PG-K menjadi menghadirkan ruang untuk para dokcil belajar melalui pengalaman nyata yang dapat mendorong pengembangan keterampilan dan pengetahuan mereka secara bertahap.
Berhadapan dengan adik-adik PG-K yang kerap sangat aktif membantu menumbuhkan karakter dokcil yang penuh empati dan memiliki rasa tanggung jawab sosial yang tinggi. Mereka harus bisa bersikap sabar dan hadir dengan kepedulian.
Rasa percaya diri dan jiwa kepemimpinan dokcil akan ikut menguat seiring dengan rutinitas yang mereka jalani. Posyandu memberi kesempatan kepada dokcil untuk tampil mendampingi pelayanan kesehatan, menjadikan mereka lebih percaya pada kemampuan dirinya.

Membentuk Generasi yang Tanggap melalui Dokter Cilik
Dokcil di Primary GIS 3 Jogja ini menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya peduli terhadap pendidikan atau sisi akademis saja, tetapi juga menaruh perhatian terhadap aspek kesehatan siswa.
Terlibat dalam posyandu PG-K artinya dokcil tidak hanya menjalankan peran, tetapi mengalami proses belajar yang membentuk karakter mereka. Lewat Dokcil, GIS 3 Jogja berupaya mencetak sosok yang tanggap dalam menolong dan menciptakan lingkungan yang sehat dan aman. []

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

