Learning with Nature, Growing with Joy: A Joy-Filled Outbound Adventure with Grade 1 at Kampung Flory

Yogyakarta – Keceriaan menghiasi wajah siswa-siswi grade 1 Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja). Hari itu, Kamis, 5 Februari 2026, mereka mengikuti kegiatan Outbound.

Outbound kali ini diselenggarakan di Kampung Flory, Sleman. Sebanyak 83 siswa ikut serta dalam kegiatan luar kelas yang seru dan menyenangkan ini. Pukul 07.40 WIB, bus mulai meninggalkan area sekolah, menandakan dimulainya perjalanan para siswa hari itu.

Selain pembelajaran di dalam kelas, siswa juga perlu belajar dari lingkungan di luar kelas. Maka kegiatan outbound hadir sebagai sarana untuk belajar sekaligus refreshing guna membentuk karakter kepemimpinan dalam diri siswa. 

Potret antusiasme siswa menyelesaikan permainan outbound meski sudah basah kuyup
Potret antusiasme siswa menyelesaikan permainan outbound meski sudah basah kuyup (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Menjejak Alam, Menyulam Keceriaan

Sebelum berangkat ke Kampung Flory, siswa-siswi terlebih dulu briefing di lapangan basket sekolah. Mereka berbaris rapi sesuai barung sembari mendengarkan pengarahan dari Mr. Adam selaku wakil kepala sekolah Primary GIS 3 Jogja.

Selanjutnya, mereka berjalan mengular keluar lapangan, menaiki bus yang telah menanti di depan sekolah dan siap mengantar mereka menuju keceriaan hari itu. Tanpa menunggu lama, bus cepat melaju. Suasana di dalamnya begitu ramai dan semarak.

Menit demi menit berlalu. Bus yang ditumpangi siswa telah memasuki area Kampung Flory. Satu per satu, siswa menuruni bus, menjejakkan kaki mungilnya di lokasi outbound. Dengan riang, mereka berceloteh, tak sabar ingin segera bermain-main.

Potret keceriaan siswa-siswi di dalam bus menuju ke Kmpung Flory
Potret keceriaan siswa-siswi di dalam bus menuju ke Kmpung Flory (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Di Kampung Flory, para siswa diajak melakukan beragam aktivitas outbound yang mengasyikkan. Secara umum, outbound hari itu dibedakan menjadi dua, yaitu outbound di wahana darat dan air, guna mengoptimalkan pengalaman siswa.

Wahana darat dibagi ke dalam tiga pos. Pada pos 1, siswa ditantang untuk melompati hulahop guna memindahkan bola-bola kecil dari satu ember ke ember lain. Siswa tampak sangat lincah, melompat dari satu hulahop ke hulahop di depannya.

Paralon-paralon putih, bola plastik kecil, dan wadah tampak di pos berikutnya. Siswa diajak memperkuat kekompakan lewat kerja sama memasukkan bola ke wadah melalui paralon. Suasana begitu gegap gempita, siswa sibuk berseru agar bola tidak jatuh di tengah jalan.

Siswa dalam satu barung bekerja sama untuk memasukkan bola ke dalam wadah melalui paralon
Siswa dalam satu barung bekerja sama untuk memasukkan bola ke dalam wadah melalui paralon (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Pos terakhir menggunakan gelas-gelas dan bola plastik kecil sebagai properti. Setiap barung diminta berbaris ke belakang. Dengan gelas plastik dalam genggaman setiap siswa, mereka diinstruksikan untuk mengoper bola ke teman di belakangnya.

Selesai dengan wahana darat yang banyak menguji ketangkasan, kekompakan, dan koordinasi antarsiswa, mereka diajak memainkan permainan-permainan di air. Keceriaan semakin terasa. Bersentuhan dengan air membuat siswa kian antusias.

Wahana-wahana air dirancang untuk meningkatkan kemampuan kontrol dan keseimbangan tubuh. Pelan tapi pasti, mereka meniti jembatan dari papan dan tali serta bambu untuk sampai ke daratan seberang. Di bawah, kolam air siap membasahi mereka yang tercebur.

Potret seorang siswa sedang meniti jembatan balok didampingi seorang guru
Potret seorang siswa sedang meniti jembatan balok didampingi seorang guru (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Permainan air lain mengajak siswa menceburkan diri ke air. Mereka bertugas memasukkan air di dalam kolam ke galon yang disediakan di ujung kolam menggunakan gelas plastik. Tubuh yang sudah basah kuyup tidak mematahkan semangat mereka untuk memenuhi galon dengan air dari kolam.

Seusai outbound di wahana air, pakaian cokelat siswa segera berganti ke pakaian olahraga berwarna biru yang menghangatkan. Berikutnya, mereka diarahkan ke pendopo untuk menyantap makan siang bersama, mengisi energi setelah serangkaian aktivitas yang melelahkan.

Untuk mengapresiasi partisipasi seluruh siswa, sekolah memberi penghargaan kepada setiap barung berdasarkan beberapa kategori, seperti barung terpercaya diri, terkreatif, terceria, terdisiplin, dan banyak lagi.

Senyum manis siswa ketika mewakili barungnya menerima penghargaan
Senyum manis siswa ketika mewakili barungnya menerima penghargaan (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Jejak Pembelajaran di Luar Kelas

Bukan hanya bersenang-senang, outbound mempunyai segudang manfaat bagi siswa. Di sini, mereka belajar mengendalikan diri, menumbuhkan empati, mengenal diri dan orang lain, serta memperkuat ketahanan mental.

Di samping itu, outbound membantu siswa menumbuhkan karakter positif, seperti disiplin dan percaya diri. Mereka juga belajar bekerja sama dengan teman-temannya dan memperoleh kesempatan yang luas untuk mengeksplor lingkungan.

Komitmen GIS 3 Jogja untuk selalu mengimplementasikan pilar-pilar kependidikan yang dianutnya tercermin melalui kegiatan outbound. Kegiatan ini merupakan perwujudan dari Pilar Kepemimpinan. Rangkaian aktivitas outbound diharapkan dapat membentuk siswa yang berwawasan luas dan siap menjadi pemimpin di masa depan. []

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *