Yogyakarta – Sebagai bagian dari kegiatan pramuka, Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) mengadakan Super Camp. Pesertanya adalah 76 siswa yang duduk di bangku kelas 3.
Super Camp, pada dasarnya, merupakan kegiatan berkemah selama satu malam. Tahun ini, pelaksanaannya jatuh pada hari Jumat, 30 Januari 2026 pukul 13.30 WIB sampai hari Sabtu, 31 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Mengangkat tema “Little Campers, Big Journey”, sekolah merancang berbagai aktivitas yang seru, menyenangkan, dan mendukung pembentukan karakter siswa. Sore sampai malam hari itu, udara di GIS 3 Jogja masih dipenuhi semangat dan suara tawa ceria para siswa.

Jejak Langkah di Hari Pertama
Pukul 14.00 WIB, kaki-kaki kecil siswa kelas 3 mulai menapaki lingkungan sekolah. Seragam pramuka, lengkap dengan atributnya, melekat di tubuh mereka, sedangkan senyum manis terlukis di wajahnya.
Tak lama setelahnya, mereka segera mendirikan tenda. Momen ini menjadi ruang pertama tempat para siswa membangun kebersamaan dan bekerja sama dengan teman-teman satu barung sebelum kegiatan berlanjut ke upacara pembukaan.
Rangkaian aktivitas outbond dilaksanakan setelahnya. Ada empat pos yang harus dilalui oleh setiap barung. Secara bergantian, mereka memainkan game yang telah disiapkan para guru. Cara ini membuat setiap barung memperoleh kesempatan yang sama untuk bermain.

Pos pertama ialah kepramukaan, di mana siswa harus menghafalkan Dwi Darma dan Dwi Satya. Peraturan Baris Berbaris (PBB) menjadi aktivitas yang ditempatkan di pos kedua. Bertempat di lapangan basket, siswa berbaris rapi sesuai barungnya masing-masing.
Pos ketiga yang dilakukan di lapangan futsal adalah estafet bola. Sementara pos terakhir merupakan pos yang melatih daya ingat siswa, yaitu matching card. Game ini menantang siswa untuk menemukan pasangan kartu dengan isi yang sama.
Seluruh pos berhasil dilalui. Siswa pun memasuki sesi snack time dan fun cooking. Aroma roti dan daging yang dipanggang perlahan menguar memenuhi udara. Begitu matang, roti dan daging disusun menjadi sandwich, santapan sederhana pengganjal perut sore itu.

Kegiatan berlanjut dengan salat Asar berjamaah, bersih-bersih diri, dan salat Magrib. Hujan deras tiba-tiba mengguyur setelah salat Asar. Meski begitu, semangat siswa tidak kalah deras dari hujan yang membasahi area perkemahan. Mereka tetap ceria dan mengikuti sisa aktivitas dengan antusias.
Seusai salat Magrib, siswa kembali mengisi perut dengan sepiring nasi dan lauk pauk. Mereka duduk melingkar bersama barung masing-masing, melahap menu makan malam itu sampai tandas.
Selepas ibadah salat Isya, tiba saatnya api unggun dinyalakan dan setiap barung menyanyikan yel-yel yang sudah disiapkan sebelumnya. Aktivitas Night Adventure dilaksanakan setelah rangkaian kegiatan api unggun selesai.

Sama seperti outbond, Night Adventure juga dibagi ke dalam empat pos. Library menjadi pos pertama. Di sana, siswa diingatkan tentang pentingnya berbakti kepada orang tua dan guru. Di depan lobby Primary atau pos kedua, para siswa diminta menuliskan nama teman dan guru terbaik di atas selembar sticky notes.
Pos ketiga ialah game ular tangga yang dilakukan di lobby Junior High dan pos keempat, yaitu cerdas cermat dilakukan di depan kelas 4B. Kedua pos ini mengasah kemampuan ketangkasan berpikir dan kerja sama siswa melalui cara yang seru dan menyenangkan.
Night Adventure menutup rangkaian aktivitas di hari pertama. Pukul 21.30 WIB, siswa mulai terlelap, masuk ke dunia mimpi. Tidur menjadi obat dari segala keletihan yang dirasakan siswa setelah setengah hari berkegiatan.

Menutup Super Camp, Membawa Pulang Pengalaman
Paginya, para siswa bangun pukul 04.30 WIB. Tubuh-tubuh mereka kembali segar setelah istirahat semalaman. Tanpa menunggu lama, mereka salat Subuh dan bersih-bersih diri untuk kemudian mengikuti senam pagi di lapangan basket.
Semangkuk soto hangat menemani santap pagi mereka, memberikan energi untuk memulai aktivitas hari itu. Usai menuntaskan sarapan, mereka membongkar tenda-tenda yang kemarin didirikan dan digunakan untuk beristirahat semalam.
Kegiatan panjang Super Camp diakhiri dengan upacara penutupan sekaligus penyerahan pin secara simbolis sebagai tanda keikutsertaan siswa dalam Super Camp. selain itu, dua orang siswa, Meza (3B) dan Chalid (3C), memperoleh emblem Tanda Kecakapan Khusus (TKK).

Berkemah, Bermain, dan Bertumbuh
Kegiatan Super Camp dengan konsep berkemah dan bermain di alam mengajarkan siswa menjadi sosok yang tangguh, mandiri, percaya diri, dan disiplin. Mereka dilatih untuk bisa beradaptasi dan menghadapi segala sesuatu yang mereka temui di alam.
Super Camp merupakan realisasi dari Pilar Kepemimpinan yang diusung GIS 3 Jogja. Kegiatan ini membiasakan siswa dengan rasa tanggung jawab dalam lingkup kecil sehingga di masa depan, mereka dapat menjadi pemimpin yang amanah. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

