Yogyakarta – Pada hari yang terik itu, lapangan futsal Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) tampak begitu semarak. Empat tenda putih berdiri memenuhi lapangan. Di dalamnya, sejumlah siswa tampak sedang bersiap-siap.
Mereka adalah siswa-siswi grade 4 Primary GIS 3 Jogja yang sedang menyelenggarakan kegiatan Simulasi Koperasi. Sebanyak 69 siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini, tentu dengan pendampingan guru wali kelasnya.
Sebagai penerapan pembelajaran Social Studies, Islamic Education, dan ICT secara konkret, kegiatan ini dirancang untuk memberi pengalaman belajar yang nyata dan aktual. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Rabu–Kamis, 4–5 Februari 2026.

Pelajaran tentang Koperasi di Tengah Riuh Lapangan
Riang suara siswa grade 4 terdengar dari arah lapangan futsal. Langkah-langkah kecilnya mengarah ke stan kelasnya masing-masing. Raut wajah semringah menjadi bukti bagaimana semangatnya mereka untuk berjualan selama beberapa jam ke depan.
Sementara siswa grade 4 bertindak sebagai penjual, siswa-siswi kelas lain berperan sebagai pembeli. Didampingi guru kelasnya masing-masing, siswa diajak berkunjung, melihat-lihat, dan membeli produk yang dijual.
Setiap tenda di lapangan memayungi beberapa meja yang akan digunakan siswa selama kegiatan. Bando, gantungan kunci, phone strap, bros, dan banyak produk lain dipamerkan di atas meja tersebut, siap dijajakan kepada para pengunjung.

Siswa-siswi menempatkan diri di belakang meja, menirukan peran penjual yang menunggu kedatangan pembeli. Sembari menunggu, mereka bersenang-senang dengan satu sama lain, menimbulkan suasana yang begitu ceria.
Tidak lama kemudian, mulai tampak tubuh-tubuh kecil bergerak lincah menuruni setiap anak tangga. Penuh semangat, mereka berlarian ke tengah lapangan, pusat kegiatan hari itu. Kedatangan mereka langsung disambut dengan gembira.
Seruan “dibeli, dibeli” ramai terdengar dari mulut mungil penjual, sementara tangan mereka menggenggam produk yang diperjualbelikan hari itu. Mereka tampak piawai menjajakan produk, meski kerap diselingi dengan candaan dan bermain-main. Namun, hal itu justru mencerminkan bahwa mereka tetap lah sosok anak-anak.

Uang yang diperoleh dari hasil penjualan kemudian diputar dan dibagi sesuai sistem koperasi. Dari sini, siswa belajar memahami bagaimana keuntungan dikelola bersama, dibagi secara adil, dan digunakan lagi untuk kepentingan seluruh anggota yang terlibat.
Menyemai Karakter melalui Pembelajaran Ekonomi
Simulasi koperasi mengajak siswa untuk praktik langsung dalam kegiatan ekonomi, mengenal adab jual beli sesuai syariat Islam, dan menggunakan media sosial dengan bijak. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship sejak dini.
Melalui kegiatan ini pula, semangat kerja sama antarsiswa dipupuk. Mereka harus berbagi tugas dan menjaga kekompakan dengan teman-teman demi kesuksesan “bisnis”-nya. Di sini mereka belajar bahwa kerja tim merupakan kunci keberhasilan bersama.

Pola pikir siswa ikut bertumbuh menjadi semakin kreatif dan inovatif sebab mereka telah belajar merancang ide dan mencari peluang layaknya seorang usahawan muda. Di sisi lain, jiwa kemandirian dan rasa tanggung jawab juga turut membentuk karakter siswa yang berbudi luhur.
GIS 3 Jogja berkomitmen menjalankan program-program khas yang berlandaskan pilar pendidikan GIS. Simulasi koperasi menjadi satu contoh implementasi Pilar Akademik yang bertujuan untuk membina siswa agar memiliki keterampilan ekonomi yang baik. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

