Yogyakarta – Hari ini, Kamis, 23 April 2026, di lobi Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) terlihat sejumlah siswa mengenakan pakaian daerah berwarna merah. Mereka tampak tengah menata kembali pakaian tersebut sebelum dipamerkan dalam kegiatan Selera Nusantara.
Selera Nusantara adalah agenda tahunan yang diselenggarakan oleh siswa-siswi grade 3. Kegiatan ini mengajak siswa menilik makanan dan minuman khas daerah secara lebih mendalam.
Di basemen Primary yang menjadi lokasi kegiatan, panggung telah berdiri, kursi-kursi pun telah ditata rapi. Dekorasi berupa alat-alat masak, seperti tampah, sutil, dan talenan menghiasi sisi kanan dan kiri panggung. Pukul 07.20 WIB, kegiatan siap dimulai.
Eksplorasi Rasa Nusantara melalui Video Edukasi
Tahun ini, Selera Nusantara mengusung tema “Mengenal Rasa, Merawat Budaya Bangsa”. Suara hangat Ms. Cenita dan Mr. Faisal selaku MC telah menyapa dan menghidupkan suasana pagi para siswa.
Tilawah, bare witness, Indonesia Raya, dan Mars GIS dilantunkan sebagai pembuka kegiatan ini. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ms. Aini yang menjelaskan tentang urgensi pelaksanaan Selera Nusantara, yaitu untuk mengenalkan siswa pada keberagaman rasa dan jenis makanan Indonesia.
Berikutnya, siswa diperkenalkan kepada hidangan khas dari empat provinsi di Indonesia melalui video yang ditampilkan. Ada hidangan dari Pontianak, Kalimantan Barat; Bandung, Jawa Barat; Manado, Sulawesi Utara; dan Palembang, Sumatra Selatan.
Pakaian dari daerah-daerah tersebut juga hadir sepanjang kegiatan, membuat basemen menjadi kian berwarna dan ramai. Warna-warna merah, hitam, hingga biru terang memenuhi ruang tersebut. Atribut, seperti kain dan siger Sunda, tak ketinggalan turut melengkapi penampilan siswa yang menawan.
Satu Panggung, Beragam Budaya
Agenda selanjutnya ialah dancing performance. Kelas 3A yang merepresentasikan Provinsi Kalimantan Barat menjadi penampil pertama. Dengan lincah dan senyum terpasang di wajah ayunya, keenam siswa menampilkan Tari Cik Cik Periuk.
Listrik yang sempat padam tidak menyurutkan antusiasme mereka. MC bertindak cepat dengan mengadakan kuis kecil-kecilan untuk menguji pemahaman siswa terhadap video yang tadi ditonton. Tangan-tangan siswa terangkat tinggi, menandakan semangat yang tetap membara dan siap menjawab pertanyaan dari MC.
Setelah listrik menyala dan kelas 3A menyelesaikan penampilannya, kelas 3D dipersilakan naik ke panggung. Membawa kain kuning yang kontras dengan baju biru terang yang dikenakan, mereka mempersembahkan Tari Si Patokaan yang penuh keceriaan dari Sulawesi Utara.
Tari Kaulinan Baru yang diangkat dari permainan tradisional anak-anak Sunda ditampilkan oleh siswa-siswi kelas 3C. Siswa laki-lakinya mengenakan baju hitam, sedangkan yang perempuan berbusana merah. Mereka bergerak begitu kompak, menampilkan sekilas permainan ular naga.
Penampilan Tari Bujang Gadis oleh kelas 3B menutup seluruh rangkaian agenda dancing performance. Sesuai namanya, tarian ini dibawakan secara berpasangan. Ada tiga siswa laki-laki dan tiga perempuan. Diiringi senyum manis para penampil, gemulai gerakan tari ini mengalun harmonis mengikuti irama musik.
Presentasi Rasa: Menjelajah Indonesia Lewat Ragam Hidangan Khas
Usai menyaksikan penampilan yang menghibur, agenda beralih ke sesi yang lebih edukatif, yaitu Food and Beverage Presentation. Selain memperkaya wawasan siswa tentang hidangan daerah, presentasi membantu siswa meningkatkan kemampuan public speaking serta mengasah keberanian dan kepercayaan diri.
Siswa setiap kelas dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok food dan beverage. Mereka akan menjelaskan serba-serbi hidangan daerah yang mereka representasikan, mulai dari sejarah, jenis, bahan yang digunakan, sampai cara membuatnya.
Kelas 3B mendapat kesempatan presentasi pertama. Pempek dan es pokat kocok dari Sumatra Selatan menjadi hidangan yang mereka kenalkan kepada teman-temannya. Berikutnya, ada kelas 3C yang membawa materi tentang batagor dan es oyen dari Jawa Barat.
Nama choi pan dan ce hun tiaw barangkali masih asing di telinga kita. Namun, hari ini, kita mengenalnya pelan-pelan lewat presentasi dari kelas 3A. Begitu pula dengan panada dan es bunaken khas Sulawesi Utara, hidangan yang mungkin jarang kita tahu, tetapi kini dihadirkan oleh kelas 3D.
Mengolah Rasa, Mengasah Keterampilan
Sesi demo masak diadakan untuk melengkapi pengalaman belajar siswa. Dua ahli memasak—bernama Pak Ngasrudin, seorang penjual batagor dan Chef Cece, pemilik Yamie Singkawang—turut berbagi ilmu, memungkinkan siswa menyaksikan langsung proses memasak dari tangan yang berpengalaman.
Di sini, para siswa belajar mengolah batagor dan choi pan. Mereka tampak begitu bersemangat, penasaran ingin mencoba memasak sendiri. Beberapa siswa kemudian diberi kesempatan untuk praktik langsung. Dengan bimbingan Pak Ngasrudin maupun Chef Cece, siswa belajar mengolah bahan sampai menggunakan alat dengan benar.
Petualangan Rasa: Saatnya Mencicipi Kekayaan Selera Nusantara
Belajar tentang makanan dan minuman daerah tak lengkap rasanya jika lidah tidak turut mencicipi kenikmatannya. Maka sesi berikutnya adalah icip-icip yang membebaskan siswa untuk memilih maksimal dua makanan dan 2 minuman daerah yang tadi sudah dipresentasikan dan dipelajari bersama.
Setiap siswa bergegas mencuci tangan saat kelasnya disebut. Mereka kemudian berbaris untuk mengambil nampan. Satu per satu, mereka memasuki lapangan dan mengambil hidangan yang paling ingin dicicipi.
Nampan di tangan terisi penuh. Wajah-wajah itu memancarkan sukacita untuk segera menikmati hidangan yang dibawa. Kembali ke tempat duduk masing-masing di basemen, santapan pun dinikmati dengan tenang.
Rangkaian Selera Nusantara ditutup oleh pembagian hadiah dari empat kategori. Kategori “Best Recipe” dimenangkan oleh kelas 3D dan “Best Presentation” oleh 3A. Kelas 3C memperoleh kemenangan untuk “Best Performance”, sedangkan kelas 3B berhasil menyabet titel “Best Costume”.
Ketika Kuliner Menjadi Media Pembelajaran
Lewat makanan-makanan khas yang dihadirkan di sekolah hari ini, diharapkan rasa cinta dan bangga terhadap tanah air terpupuk dalam diri siswa. Ragam makanan khas juga menyadarkan siswa betapa kayanya kebudayaan negeri mereka. Harapannya, mereka bisa tumbuh menjadi seseorang yang toleran dan menghargai keberagaman.
Dari sisi keislaman, ragam makanan khas mencerminkan kemurahan Allah swt. yang telah memberikan rezeki berupa hidangan yang melimpah dan lezat. Kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan karakter siswa yang senantiasa bersyukur kepada Allah Swt.
Sebagai perwujudan Pilar Akademik yang diusung GIS 3 Jogja, Selera Nusantara merupakan suatu kegiatan belajar yang inovatif. Pembelajaran tidak selalu berjalan dengan cara konvensional, tetapi juga menuntut siswa untuk aktif dan kreatif. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

