Yogyakarta – Mendungnya langit pagi itu tidak menyurutkan semangat anak-anak grade 4 Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) yang pada hari Rabu, 9 September 2026, akan mengikuti field trip.
Mengusung tema “Inspiring Young Learners: Embracing Sustainability Through Nature and Culture”, field trip kali ini akan membawa anak-anak kepada petualangan kultural dan kreasi berbasis lingkungan.
Sekitar pukul 08.00 WIB, bus yang ditumpangi ke-69 anak dan 12 guru pendamping melaju meninggalkan halaman sekolah menuju Desa Wisata Grogol yang terletak di Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman.

Menyentuh Alam, Menyerap Pelajaran
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, anak-anak menuruni bus dengan riang, tidak sabar menjemput pengalaman baru hari itu. Sebelum mulai beraktivitas, mereka menikmati snack terlebih dulu supaya energi terisi penuh ketika waktunya bermain dan belajar nanti.
Selama kegiatan di Desa Wisata Grogol, anak-anak didampingi oleh pemandu setempat yang untuk satu hari itu menjadi guru mereka. Keramahan dan keceriaan para pemandu berhasil menimbulkan kenyamanan di hati anak-anak.
Agenda pertama ialah membuat wayang suket (rumput). Menganyam rumput sampai menyerupai tokoh wayang ternyata tidak mudah. Beberapa kali mereka harus bertanya kepada pemandu. Senyum puas mengembang ketika mereka akhirnya berhasil melahirkan figur-figur wayang dari perjuangannya sendiri.

Berikutnya, anak-anak membuat lilin dari minyak jelantah. Didampingi pemandu, mereka melakukan setiap tahapan, mulai dari menjernihkan minyak, mencairkan bahan, sampai mencetak lilin, dengan cermat. Dari praktik mendaur ulang bahan sisa ini, mereka belajar peduli terhadap lingkungan dan membangun pola pikir berkelanjutan.
Kolam air menjadi wahana terakhir yang membuat mereka semakin bersuka cita. Tubuh dan pakaian yang basah seolah menunjukkan betapa gembiranya mereka ketika menutup field trip hari itu dengan menyusuri sungai dan menangkap ikan. Dari sini, mereka mengenal ekosistem sungai dan membangun kedekatan dengan alam.
Setelah puas basah-basahan, anak-anak diberi waktu untuk membersihkan diri dan berganti pakaian yang nyaman, dilanjutkan dengan salat Zuhur, makan siang, refleksi, dan closing. Mereka mengingat sejenak apa yang dilakukan dan pelajaran apa yang dipetik dari perjalanan hari ini sebelum akhirnya menempuh perjalanan kembali ke sekolah.

Belajar Melampaui Batas Kelas
Field trip merupakan kegiatan yang memadukan antara rekreasi dan edukasi sehingga aktivitas belajar tidak terasa kaku dan membosankan. Kegiatan ini juga memberi kesempatan langsung kepada anak untuk mengamati lingkungan kemudian mengaitkannya dengan teori yang selama ini mereka pelajari di kelas.
Belajar langsung ke lapangan dapat memperkaya wawasan anak sekaligus mendorong perkembangan soft skill, seperti kemampuan observasi, berpikir kritis, kerja sama, kreativitas, dan kemandirian. Mereka juga bisa melihat dunia secara lebih mendalam dan luas, bukan hanya dari balik tembok-tembok kelas. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

