Yogyakarta – Selasa, 8 September 2026, anak-anak grade 3 Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) tidak belajar di kelas karena mereka akan diajak mengunjungi Obelix Village dalam rangka pelaksanaan kegiatan field trip.
Lapangan futsal sudah ramai sejak pagi. Anak-anak dan guru pendamping berkumpul untuk mengikuti pembukaan sekaligus pengarahan sebelum berangkat ke Obelix Village. Sedari awal, anak-anak dilatih untuk tertib, menyimak arahan, dan memahami rangkaian kegiatan yang akan mereka jalani hari ini.
“Nature Explorers: From Farming to Creativity” bukan sekadar tema, tetapi gambaran semangat dari proses belajar di alam. Interaksi langsung dengan alam memberi anak kesempatan untuk memahami realita dalam kehidupan, bukan hanya menelan teori dari kelas.

Menanam Kepedulian, Menaklukkan Rasa Takut
Sesampainya di lokasi, anak-anak dan para guru berhenti sejenak di pintu masuk untuk mengabadikan momen bersama. Agenda kemudian berlanjut dengan pembukaan serta penjelasan aktivitas dan worksheet. Dengan begitu, sejak awal anak-anak sudah mengerti apa yang akan dan harus mereka kerjakan.
Begitu memasuki area Obelix Village, sudah ada tim pendamping berseragam hijau yang akan menemani anak-anak beraktivitas hari ini. Mereka memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan informasi singkat tentang destinasi ini sehingga tercipta keakraban dengan anak-anak
Suasana menjadi semakin seru saat anak-anak mulai menanam dan memberi makan hewan. Mereka dipecah menjadi dua kelompok: 3A dan 3D serta 3B dan 3C untuk melakukan aktivitas secara bergantian sehingga anak bisa menikmati setiap pengalaman dengan optimal.

Kebun mini yang asri menyambut kehadiran mereka di Mini Farm. Di sini, anak-anak mencoba serunya bercocok tanam dengan menanam sayuran organik, seperti cabai, selada, dan bayam. Setelah menyimak penjelasan dari pemandu, tangan-tangan kecil itu mulai beraksi, menancapkan bibit ke sebidang tanah di hadapannya.
Wahana Little Zoo pun tak kalah menyenangkan. Ada berbagai hewan, mulai dari unggas, domba, kelinci, bahkan ular. Awalnya, takut dan ragu masih menguasai perasaan anak-anak. Namun, pelan-pelan rasa takut itu hilang, berganti dengan keberanian menjulurkan tangan untuk menyentuh dan memberi makan hewan-hewan itu.
Selanjutnya, anak-anak diberi jeda sekitar 30 menit untuk menyantap snack yang mereka bawa. Mereka makan dengan bahagia atas pengalaman baru yang diperoleh hari ini. Tak perlu waktu lama, snack–snack itu pun tandas dan mereka segera bersiap untuk melakukan aktivitas mengasyikkan berikutnya.

Warna-warni Ekspresi Diri di Atas Caping
Kalau aktivitas sebelumnya terkesan edukatif, aktivitas terakhir ini justru lebih mengembangkan kreativitas anak. Uniknya, kali ini, anak-anak tidak akan berkreasi di selembar kertas, melainkan di sebuah caping.
Anak-anak duduk dalam kelompok kecil dan mulai mengaplikasikan warna pada capingnya masing-masing. Caping yang tadinya polos seketika berubah menjadi lebih berwarna. Ada yang menggambar hati, bunga, dan goresan-goresan lain sesuai imajinasi dan ekspresi diri mereka.
Memetik Pelajaran dari Petualangan Satu Hari
Hari yang semakin siang menandakan petualangan anak-anak di Obelix Village telah sampai di penghujung. Setelah makan siang dan salat Zuhur, mereka menutup field trip dengan sesi foto sambil memakai caping hasil karya masing-masing.

Petualangan satu hari ini memberi anak-anak berbagai cerita dan pelajaran. Interaksi langsung dengan lingkungan dan alam mengajarkan mereka tentang arti kesabaran dan kepedulian terhadap sekitar.
Kegiatan-kegiatan yang dirancang secara edukatif juga membantu anak mengembangkan kompetensi sosial, komunikasi, observasi, dan berpikir kritis. Field trip tahunan yang diselenggarakan GIS 3 Jogja menjadi momen berharga untuk memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan kepekaan anak terhadap lingkungan sekitar. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

