Yogyakarta – Anak-anak dengan kostum ala pahlawan terlihat memenuhi selasar grade 2 Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) pada hari Kamis, 29 Oktober 2026. Ada yang memakai pakaian tentara, jas layaknya pemimpin negara, kebaya, dan sebagainya.
Kira-kira pukul 07.30 WIB, anak-anak itu diarahkan untuk berbaris rapi menurut kelasnya masing-masing. Tak lama lagi, prosesi kirab akan segera dimulai. Mereka akan berjalan dari depan kelas sampai hall di lantai 3. Di sanalah kegiatan Teater Tanah Airku digelar.
Istimewanya, kegiatan ini juga mengundang adik-adik Kindy-2 untuk hadir sebagai penonton aksi teatrikal kakak-kakak grade 2. Kedatangan mereka langsung dihadiahi dengan tepuk tangan meriah, membuat suasana sudah terasa hangat dan bersahabat sejak awal.

Satu Panggung, Beragam Kisah Perjuangan
Grade 2A memperoleh kesempatan tampil pertama. Mereka membawakan kisah tentang Perjuangan pada Masa Penjajahan Belanda. Lewat peran sebagai jenderal VOC, penjajah, dan petani Jawa, anak-anak menampilkan adegan kerja paksa sampai Sumpah Pemuda dengan sangat apik dan percaya diri.
Sejarah masuknya tentara Jepang, romusa, sampai peristiwa Rengasdengklok dan proklamasi dimainkan oleh anak-anak grade 2B yang membawakan cerita berjudul Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Suara tembakan dan sirine membuat adegan peperangan terasa semakin nyata.
Sesi kuis dan snack time memberi ruang napas sejenak bagi anak-anak, baik grade 2 maupun Kindy-2. Pemahaman mereka terhadap isi cerita diuji lewat pertanyaan-pertanyaan ringan yang langsung disambut dengan tangan-tangan yang teracung tinggi, pertanda audiens cilik itu siap menjawab pertanyaan.

Aksi ciamik grade 2C yang menampilkan lakon Pertempuran Ambarawa berhasil memukau para audiens. Dengan begitu luwes, mereka menghidupkan setiap adegan dengan ekspresi dan gerakan yang penuh penghayatan.
Terakhir, grade 2D sukses membawa audiens hanyut dalam suasana duka setelah mereka memperagakan Pertempuran Surabaya yang memakan banyak korban. Lagu “Gugur Bunga” yang mereka nyanyikan bersama di akhir membuat suasana pilu kian terasa di hati.
Setelah seluruh lakon ditampilkan dan kuis sesi dua dilaksanakan, momen yang paling mendebarkan pun tiba, yaitu awarding atau pemberian penghargaan kepada kelas dan individu pemenang.

Para guru sudah menyiapkan sejumlah hadiah apresiasi dari beberapa kategori: The Most Confidence, The Most Enthusiasm, The Most Creative, dan The Most Cheerful Class untuk kategori kelas serta The Best Actor and Actress untuk kategori individu.
Keheningan melingkupi hall ketika semua anak menunggu nama pemenang disebutkan. Riuh tepuk tangan dan sorak sorai terdengar ketika nama-nama itu akhirnya keluar. Bukan sekadar mengapresiasi anak, pemberian penghargaan ini juga melatih mereka untuk bersikap sportif dan meningkatkan motivasi agar mereka senantiasa giat belajar.
Sejarah Perjuangan Bangsa sebagai Motivasi Pembelajaran
Menjelang pukul 11.00 WIB, Teater Tanah Airku selesai. Anak-anak kembali ke kelas masing-masing dan bersiap pulang. Hari itu, mereka memperoleh satu lagi pengalaman belajar yang seru, menyenangkan, dan berkesan.

Melalui Teater Tanah Airku, anak-anak tidak hanya belajar bermain peran. Lebih dari itu, sejarah bangsa yang dipelajari hari ini diharapkan bisa memotivasi mereka untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar kita tetap merdeka dan mereka bisa menjadi pemimpin yang tegas dan punya perilaku yang baik. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

