Yogyakarta – Grade 5 dan 6 Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) telah sukses menyelenggarakan Pendidikan Aqil Baligh pada hari Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.00–11.00 WIB.
Mengusung tema “Growing with Faith and Confidence”, Pendidikan Aqil Baligh kali ini membawa harapan agar anak menjalani proses kedewasaan dengan keimanan yang kuat dan keyakinan terhadap dirinya sendiri.
Bertumbuh dengan Bahagia
Ustaz Bramantyo Suryo Nugroho, M.H., atau yang akrab disapa Ustaz Bram, mendampingi pembelajaran di sesi pertama. Beliau mengajak anak-anak berseru “Growing with Faith and Confidence” supaya semangat mereka tetap terjaga.

Ustaz Bram mengawali materinya dengan memaparkan perubahan primer dan sekunder yang terjadi dalam diri laki-laki dan perempuan. Beliau mengajak anak mengingat-ingat lagi perubahan yang terjadi pada diri mereka, mulai dari anak-anak sampai sekarang sehingga suasana terasa lebih hidup dan introspektif.
Bagi sebagian anak, aqil baligh mungkin terdengar menakutkan. Tubuh dan emosi mereka berubah, demikian pula tanggung jawab yang semakin besar secara syariat. Namun, kalimat penenang dari Ustaz Bram seolah merangkul ketakutan itu. “Allah mempercayai kita jadi pribadi yang dewasa. Jadi, kita harus bahagia.”
Ruang Aman untuk Bertanya dan Memahami
Sesi kedua memisahkan anak laki-laki dan perempuan. Dengan pemisahan seperti ini, anak-anak memiliki ruang aman untuk menggali lebih dalam lagi terkait diri dan perjalanan pubertasnya. Mereka bisa mencari jawaban dari semua keresahan dengan bebas dan nyaman.

Anak laki-laki tetap di hall lantai 3 bersama Ustaz Bram, sedangkan anak-anak perempuan pindah ke musala. Bersama Ustazah Annisa Widayati, S.PT., CPS. atau Ustazah Ica, mereka belajar memahami konsekuensi syariat setelah anak perempuan baligh.
Seiring dengan pertumbuhan anak, persoalan ibadah, misalnya salat dan puasa, mulai menjadi tanggung jawab masing-masing. Mereka sudah harus bisa bersuci dan menjalankan ibadah dengan tertib. Oleh sebab itu, topik thaharah jadi salah satu yang ditekankan oleh Ustaz dan Ustazah.
Selain itu, anak-anak juga diingatkan untuk mulai menjaga auratnya dengan memakai pakaian yang sesuai syariat Islam, menjaga pandangan, dan berhati-hati dalam pergaulan sosial. Ada batasan-batasan yang harus diterapkan demi menjaga kehormatan, misalnya tidak boleh bersentuhan dengan seseorang yang bukan mahramnya.

Anak-anak menyimak setiap materi dengan sungguh-sungguh. Saat Ustaz atau Ustazah menyampaikan materi yang menimbulkan tanda tanya, anak-anak mengangkat tangan tinggi-tinggi. Pertanyaan yang terkesan unik, tetapi reflektif dan dekat dengan keseharian pun menemukan jawabannya.
Kuis singkat dihadirkan untuk menguji pemahaman anak terhadap materi yang telah disampaikan. Sesi snack time memberi jeda sesaat dari sesi materi yang terasa begitu panjang. Anak-anak menyantap snack-nya dengan bahagia agar kembali bersemangat.
Setelah snack time, Ustaz dan Ustazah menjawab beberapa pertanyaan yang telah ditulis anak-anak di selembar sticky note. Momen ini membantu anak-anak memperoleh pemahaman yang lebih dalam terkait kebimbangan mereka.

Ilmu yang Terus Bertambah di Masa Pertumbuhan
Memasuki masa aqil baligh, tidak hanya tubuh yang berubah dan menjadi semakin besar, ilmu yang dimiliki juga harus terus berubah dan bertambah. Oleh sebab itu, Pendidikan Aqil Baligh ada dan ditujukan untuk anak-anak grade 5 dan 6 yang sedang berada di masa ini.
Pendidikan Aqil Baligh di Primary GIS 3 Jogja merupakan bentuk kasih sayang para guru terhadap anak-anak. Melalui kegiatan ini, anak-anak memperoleh bekal yang cukup dalam menghadapi perubahan fisik dan psikisnya semasa aqil baligh. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

