Pieces of Plastic, Pieces of Creativity: Grade 4 GIS 3 Jogja’s WPAP Experience

Potret serius seorang siswa yang sedang berkreasi membuat WPAP Wajah Plastik

Yogyakarta – Wajah antusias siswa grade 4 Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) tampak semringah saat pembelajaran Art and Craft dimulai. Dengan penuh semangat, mereka pun mulai menuangkan kreativitas lewat karya-karya sederhana.

Pembelajaran tersebut dibagi menjadi dua hari. Hari pertama, Selasa, 11 Mei 2026, menjadi giliran grade 4B dan 4D untuk berkreasi. Sementara grade 4A dan 4D mendapat kesempatan pada Kamis, 21 Mei 2026. Seluruhnya berlangsung pada pukul 08.10–10.10 WIB.

Art and Craft kali ini mengajak siswa membuat Wedha’s Pop Art Portrait, atau WPAP, dari plastik. WPAP sendiri merupakan gaya ilustrasi potret khas Indonesia yang dicirikan dengan bentuk geometris dan warna-warna kontras yang cerah.

Sentuhan Jemari Cilik: Proses Seru Merajut Potongan Plastik Menjadi Wajah 

Di atas evamat pagi itu, perhatian siswa sepenuhnya tertuju pada teachers yang sedang memberi penjelasan tentang bagaimana cara membuat WPAP. Sesekali, siswa mengangguk pelan sambil memperhatikan contoh yang ditunjukkan.

Seorang siswa tampak serius menggunting plastik untuk ditempel di gambar R. A. Kartini di hadapannya
Seorang siswa tampak serius menggunting plastik untuk ditempel di gambar R. A. Kartini di hadapannya (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Sementara itu, lem dan gunting telah tersusun rapi di atas meja dalam satu wadah. Peralatan tersebut siap digunakan siswa untuk mulai membuat karya WPAP mereka masing-masing. Kegiatan pun dimulai dengan penuh semangat dan rasa penasaran. 

Setelah sesi demonstrasi yang dipenuhi rasa penasaran, siswa mulai berkreasi membuat WPAP menggunakan plastik bekas makanan yang mereka bawa. Dengan penuh ketelitian dan kehati-hatian, mereka menggerakkan gunting menelusuri pola.

Lem kemudian dioleskan pada bagian kertas sebelum plastik direkatkan agar tidak bergeser dan dapat menempel dengan sempurna. Perlahan, potongan-potongan plastik itu pun mulai membentuk pola wajah para pahlawan Indonesia yang unik dan penuh warna.

Dalam sekejap, meja siswa telah dipenuhi potongan-potongan plastik berbagai warna dan bentuk. Tidak selalu berarti berantakan, terseraknya potongan plastik di meja-meja itu justru menjadi pertanda proses belajar dan kreativitas mereka.

Potret terampil siswa mengoleskan lem pada gambar untuk menempelkan potongan plastik
Potret terampil siswa mengoleskan lem pada gambar untuk menempelkan potongan plastik (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Nilai Karakter di Balik Karya Wajah Plastik

Pembelajaran Art and Craft membuat WPAP Wajah Plastik di Primary membantu siswa mengasah daya kreativitas dan melatih keterampilan motorik halusnya melalui aktivitas menggunting sesuai pola.

Membuat karya bukan hanya soal kreativitas, tetapi juga melatih konsentrasi dan kesabaran karena setiap proses membutuhkan waktu. Dengan berkarya, siswa belajar untuk tekun, teliti, dan menikmati setiap tahapan yang mereka jalani. 

Melalui pembelajaran yang kreatif dan inovatif, GIS 3 Jogja menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna untuk mendukung perkembangan kreativitas dan karakter siswa.  []

Potongan-potongan plastik tersebar di atas meja, siap untuk ditempel
Potongan-potongan plastik tersebar di atas meja, siap untuk ditempel (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *