Yogyakarta – Setelah libur sekolah yang cukup panjang, suasana di gedung Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) kembali hidup dan penuh keceriaan pada hari Senin, 13 Juli 2026.
Hari itu, wajah-wajah baru hadir di sekolah, mengisi kursi-kursi kosong di ruang kelas grade 1. Mereka lah siswa baru Primary GIS 3 Jogja yang akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama hari Senin–Rabu, 13–15 Juli 2026.
Kegiatan MPLS di Primary dirancang menjadi serangkaian aktivitas yang menyenangkan, tetapi tetap mendidik dan menambah pengetahuan siswa terkait sekolah, guru, teman-teman, dan kebiasaan yang membudaya di sekolah.

Membuka Lembaran Baru di Primary GIS 3 Jogja
Lobi dan selasar grade 1 hari ini terasa begitu hangat, sehangat genggaman tangan parents pada tangan mungil putra-putrinya. Ada perasaan bangga dan haru terpancar dari sorot mata mereka saat melihat anaknya kini resmi menjadi siswa sekolah dasar.
Para teachers pun tak kalah bahagia. Senyum mereka mengembang sedari pagi. Greeting lembut menyapa setiap siswa yang memasuki area sekolah. Sambutan teachers yang ceria menciptakan kesan suasana yang positif dan membuat siswa merasa lebih diterima di sekolah.
Pukul 07.30, pembukaan MPLS resmi dimulai, diikuti oleh seluruh siswa grade 1 dan teachers Primary dari grade 1–6. Dengan bimbingan wali kelas masing-masing, siswa baru berbaris rapi ke lapangan futsal dan menempatkan diri di belakang papan nama kelasnya masing-masing.

Pada kesempatan ini, Direktur GIS 3 Jogja, Ms. Aini Husna, M.Pd., turut memberi sambutan lewat speech yang reflektif. Diawali dengan pertanyaan tentang perasaan setelah menjadi “siswa kelas 1” sampai doa dan harapan agar siswa dapat bertumbuh dengan baik bersama GIS 3 Jogja.
Empat ekor burung merpati dilepaskan oleh Ms. Aini beserta ketiga wakil kepala sekolah sebagai bentuk peresmian simbolis dibukanya kegiatan MPLS ini. Atribut sekolah disematkan kepada dua orang perwakilan siswa grade 1, menandakan mereka sah menjadi siswa GIS 3 Jogja.
Kegiatan Pembukaan MPLS ini berjalan dengan lancar. Sebagai penutup, seluruh teachers grade 1 dan sejumlah subject teachers memberikan performance singkat. Dalam balutan pakaian khas dari berbagai negara, mereka tampil luwes menampilkan gerak tari sederhana.

Setelah pengenalan sekilas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas grade 1, dan beberapa subject teachers, siswa dituntun kembali ke kelasnya masing-masing. Kepergian mereka diiringi lambaian tangan dan senyuman manis seluruh teachers.
Pagi yang Penuh Semangat dan Keceriaan
Selama MPLS, setiap pagi siswa selalu diajak melakukan morning briefing dan Pagi Ceria di lapangan futsal. Di sini, siswa dibiasakan melafalkan bear witness serta menyanyikan Indonesia Raya dan Mars GIS sebagai bentuk pembiasaan budaya sekolah.
Selain itu, mereka diajak bermain games yang memperkuat kekompakan dan kerja sama. Bersama teman satu kelas, mereka memainkan games yang seru dan menyenangkan. Momen ini menjadi sarana bagi siswa untuk semakin mengenal dan berinteraksi satu sama lain.

Pendidikan Khas Kejogjaan dikenalkan kepada siswa di hari ketiga MPLS. Lagu yang syahdu menjadi media pembelajaran yang mengajarkan siswa bagaimana cara menyapa, berterima kasih, dan meminta maaf dalam bahasa Jawa. Sejumlah permainan Jawa dimainkan, menjadi sarana hiburan sekaligus upaya memperkenalkan tradisi kepada siswa.
Belajar Menjadi Bagian dari GIS 3 Jogja
Selesai dengan kegiatan di lapangan, siswa pun kembali ke kelas. Dalam barisan yang rapi dan tertib, mereka mengikuti langkah-langkah teachers-nya. Raut wajah mereka menyiratkan perasaan bahagia sekaligus penasaran akan lingkungan barunya ini.
Penuh kesabaran, teachers menjelaskan tentang rules, kesepakatan kelas, dan budaya sekolah. Dengan begitu, siswa bisa memahami lingkungan barunya sekaligus berdiskusi tentang peraturan kelas yang harus mereka taati selama satu tahun ke depan.

Selama tiga hari ini pula, implementasi rules dan budaya sekolah dikuatkan. Bear witness, reciting surah setiap perpindahan kelas, dan tata cara berdoa diaplikasikan setiap hari sehingga nilai-nilai keislaman terbentuk dalam diri setiap siswa.
Kegiatan MPLS ditutup dengan toilet training dan school tour yang mengajak siswa berkeliling ke fasilitas-fasilitas sekolah, mulai dari library, music room, sampai creativity room. Mereka juga diajari tentang adab serta etika menggunakan toilet.
Memetik Pelajaran dari Tiga Hari MPLS
Tidak hanya memperkenalkan siswa dengan lingkungan dan budaya sekolah barunya, MPLS juga bertujuan untuk membangun rasa percaya diri, harga diri, dan konsep diri siswa. Seluruh kegiatan yang dirancang diharapkan bisa mendukung mereka untuk berinteraksi secara lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar di kemudian hari.

GIS 3 Jogja mengusung nilai-nilai akademik, keislaman, keglobalan, dan kepemimpinan dalam keseharian dan kurikulum pembelajarannya. Nilai-nilai inilah yang ditanamkan dalam diri siswa agar mereka tumbuh menjadi individu yang bukan hanya kompeten, tetapi juga berbudi luhur dan berakhlak mulia. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

