Yogyakarta – Untuk pertama kalinya, Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) menyelenggarakan kegiatan Manasik Haji. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 11 September 2026, ini ditujukan untuk anak-anak grade 6.
Pakaian ihram serba putih menyelimuti tubuh anak-anak yang sejak pagi sudah berkumpul di Basement Hall Primary. Sementara itu, replika Ka’bah dan ketiga pilar jamrah berdiri megah, bermandikan cahaya mentari pagi di lapangan futsal.
Pengalaman Manasik Haji pertama ini dirayakan melalui tema yang diusung: “The Pioneer Pilgrims: Our First Step to The Kaaba”. Bukan sekadar menggambarkan bahwa ini adalah simulasi ibadah haji pertama, ‘Our First Step’ juga berarti inilah langkah awal anak-anak mengenal dan memahami perjalanan spiritual menuju Rumah Allah.

Gladi Resik: Mematangkan Pemahaman Perjalanan ke Baitullah
Kesibukan sudah dimulai sejak hari Kamis (10/09), satu hari sebelum Manasik Haji digelar. Pada hari itu, anak-anak melakukan gladi resik supaya mereka memiliki gambaran terkait alur pelaksanaan ibadah tersebut.
Di bawah bimbingan para guru yang menjelaskan dengan penuh kesabaran, mereka pelan-pelan belajar tentang tata cara pelaksanaan, mengenakan pakaian, dan doa-doa yang dibaca selama ibadah haji berlangsung.
Anak-anak mengikuti setiap rangkaian simulasi dengan tertib. Kertas dalam genggaman menjadi pedoman, menuntun mereka melantunkan doa-doa yang mengiringi setiap langkah menuju Baitullah.

Menapaki Jejak Ibadah melalui Teori dan Praktik
Kegiatan Manasik Haji diawali dengan briefing di Basement Hall Primary. Mirip dengan ibadah haji sungguhan, saat Manasik Haji ini pun anak-anak dibagi ke dalam empat kelompok yang masing-masing mewakili empat daerah berbeda. Setiap kelompok dipandu oleh seorang guru pendamping.
Mereka melangkah pelan memasuki lapangan futsal yang pagi itu disulap menjadi miniatur Tanah Suci. Mulai dari wukuf di Arafah; bermalam, mengumpulkan kerikil, dan berdoa di Muzdalifah; lempar jamrah di Mina; tawaf mengelilingi Ka’bah; dan sa’i di Safa–Marwah, semua dilakukan dengan khidmat.
Pada setiap tahapannya, anak-anak juga diberi penjelasan tentang jalannya ibadah, termasuk tanggal berapa tiap tahapan dijalankan dan apa saja yang perlu dilakukan di masing-masing lokasi.

Proses belajar yang terstruktur seperti ini memberi kesempatan kepada anak untuk mencerna materi secara lebih mendalam sekaligus memastikan setiap poin penting tersampaikan dan dipahami dengan baik.
Kegiatan Manasik Haji di Primary GIS 3 Jogja menjadi bukti nyata bagaimana sekolah berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak. Teori yang dibarengi dengan praktik tidak hanya memperkuat pemahaman anak, tetapi juga membuat anak lebih terlibat secara aktif dalam aktivitas pembelajaran. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

