Yogyakarta – Gladian dan Adventure Camp 2026 sukses diselenggarakan pada hari Kamis–Jumat, 7–8 Mei 2026 di Bumi Perkemahan Dewi Tanggalsari. Kegiatan ini mengajak siswa grade 4 dan 5 Primary berpetualang mengeksplorasi lingkungan alam.
Awal Sebuah Petualangan: Meniti Langkah Menuju Bumi Perkemahan
Upacara keberangkatan menjadi pembuka rangkaian kegiatan Gladian dan Adventure Camp hari itu. Basemen Primary terasa ramai sekaligus tenang. Semua siswa memusatkan perhatian pada briefing kegiatan yang disampaikan oleh Ms. Naafi.
Di halaman sekolah, empat bus sudah menanti. Sekitar pukul 08.30 WIB, satu per satu siswa menaiki bus sesuai seat plan yang ditentukan. Pelan-pelan, bus mulai bergerak keluar sekolah dan memulai perjalanan menuju bumi perkemahan (bumper).
Keseruan Hari Pertama di Alam Terbuka
Sesampainya di bumper, siswa mengambil barang dan menaruhnya di lokasi barung atau regu masing-masing. Aktivitas berikutnya menantang setiap barung untuk mendirikan dan merapikan tenda, sebuah momen yang mengajarkan pentingnya koordinasi dan kerja sama.

Setelah mengisi energi di sesi snack time, siswa mengikuti upacara pembukaan Gladian dan Adventure Camp. Dengan petugas gabungan dari siswa grade 4 dan 5, upacara berjalan dengan lancar dan khidmat.
Di kegiatan berikutnya, siswa tiap grade menjalani aktivitas masing-masing. Grade 4 membuat eco print di tote bag kanvas, sedangkan grade 5 membuat telur asin. Kedua kegiatan tersebut melatih fokus dan ketelitian siswa serta mengajarkan mereka bahwa menghasilkan suatu karya memerlukan proses.
Siswa diberi waktu sekitar 75 menit untuk istirahat, salat, dan makan. Selanjutnya, siswa ditantang menyelesaikan berbagai games yang disiapkan di enam pos. Games seperti morse dan semaphore serta observasi alam menjadi suatu pengalaman menyenangkan yang juga membantu siswa melatih fokus, ketelitian, dan bekerja sama dalam kelompok.

Sore hari, siswa beralih menjadi koki cilik lewat kegiatan fun cooking membuat mi goreng. Aktivitas ini tidak hanya melatih kreativitas dan kemandirian siswa, tetapi juga turut meningkatkan kesadaran gizi sehat sejak dini.
Pasca-terbenamnya matahari, siswa melaksanakan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan makan malam dan salat Isya. Kegiatan ini menjadi wujud pembiasaan ibadah sekaligus mempererat kebersamaan antarsiswa.
Di tengah gelap malam, api unggun dinyalakan. Apinya berkobar, memberi sedikit penerangan sekaligus kehangatan kepada orang-orang di sekitarnya. Beberapa regu menyajikan penampilan yang mengagumkan dan menghibur para audiens. Suasana pun terasa semakin hangat dan menyenangkan.

Performance yang menghibur menjadikan atmosfer lebih hidup lagi. Yel-yel, lagu daerah, dan drama menjadi penampilan yang membawa keceriaan malam itu. Melalui penampilan tersebut, mereka belajar menumbuhkan rasa percaya diri, kekompakan, serta keberanian untuk mengekspresikan potensi diri di hadapan banyak orang.
Aktivitas malam itu berlanjut dengan Caraka Malam. Siswa harus menyelesaikan misi di lima pos. Berbagai misi, seperti Berbakti kepada Orang Tua dan Pengetahuan Umum, membantu siswa mengembangkan pengetahuan, karakter, serta kemampuan memecahkan masalah.
Caraka Malam sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan siswa di hari pertama. Ketika misi di kelima pos sudah dituntaskan, mereka bergegas menuju tenda masing-masing untuk beristirahat, menjemput mimpi indah yang telah menanti.

Pagi Penuh Aksi dalam Lomba Pioneering
Keesokan harinya, siswa bangun pagi dan mengawali harinya dengan salat Subuh berjamaah di pendopo bumper. Udara pagi yang sejuk dan suasana yang tenang membuat ibadah bersama terasa semakin khusyuk dan penuh kebersamaan.
Selesai melaksanakan segala aktivitas pagi, siswa grade 4 segera membereskan barang, tenda, dan bersiap untuk pulang kembali ke sekolah. Sementara itu, grade 5 melanjutkan aktivitas ke lomba pioneering, yaitu membuat tiang bendera menggunakan dua tongkat yang diikat dengan simpul-simpul, sebelum kemudian menyusul pulang ke sekolah.
Menyiapkan Pribadi yang Tangguh untuk Tantangan Hari Esok
Gladian dan Adventure Camp bukan sekadar kegiatan yang dirancang untuk bersenang-senang. Lebih dari itu, kegiatan ini mengembangkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan keberanian siswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berkarakter serta siap menghadapi segala tantangan di masa mendatang. Berlandaskan Pilar Kepemimpinan, siswa dibentuk menjadi calon pemimpin yang empatik. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

