From Aprons to Action: Grade 4 GIS 3 Jogja Students Master Life Skills through Fun Cooking

Yogyakarta – Pagi ini, siswa grade Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) mempelajari satu lagi life skill penting untuk kehidupan, yaitu memasak. Lewat kegiatan Fun Cooking, mereka belajar meracik bumbu fried noodle atau mi goreng.

Mi dengan cita rasa khasnya telah menjadi makanan yang digemari oleh banyak orang, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Makanan ini sering kali dijadikan alternatif ketika butuh makanan yang mudah dan cepat diolah. 

Fun Cooking diselenggarakan pada hari Selasa, 21 April 2026 di Creativity Room. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, pukul 08.10–09.10 untuk kelas 4D, sedangkan satu jam berikutnya, yaitu pukul 09.10–10.10 menjadi giliran kelas 4B.

Mengenakan apron biru, siswa tampak sedang bersiap-siap di meja yang disusun menyerupai huruf U
Mengenakan apron biru, siswa tampak sedang bersiap-siap di meja yang disusun menyerupai huruf U (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Harmoni Rasa di Dapur Kreativitas

Dengan penuh semangat, siswa melangkah masuk ke Creativity Room. Apron berwarna biru yang diletakkan di dekat pintu masuk segera mereka ambil dan kenakan. Suasana ceria langsung terasa di dalam ruangan. Semua tak sabar untuk lekas berkreasi.

Usai mengenakan apron, siswa langsung menempatkan diri di meja-meja yang disusun membentuk huruf U. Segala keperluan memasak, mulai dari alat sampai bahan, telah tersedia di atas meja.

Tidak sendirian, para siswa ditemani oleh wali kelasnya. Mereka memberi arahan dan memastikan setiap proses berjalan dengan baik, mulai dari pengolahan bahan, keselamatan kerja, sampai pengemasan. Pendampingan ini membantu siswa merasa lebih percaya diri untuk mencoba, sekaligus memahami setiap langkah dengan lebih terarah.

Seorang teacher tampak tengah berdiri di dekat siswa, siap membantu ketika dibutuhkan
Seorang teacher tampak tengah berdiri di dekat siswa, siap membantu ketika dibutuhkan (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Selanjutnya, pelan, tetapi pasti, tangan-tangan siswa mulai bekerja. Bawang merah, bawang putih, daun bawang, dan topping-topping, seperti bakso dan sosis dipotong dan diiris rapi. Tak perlu waktu lama, aroma bahan segar memenuhi ruangan.

Ini bukan sekadar praktik memotong bahan makanan semata. Lebih dari itu, di sini, siswa juga belajar tentang keselamatan kerja, tentang bagaimana caranya bekerja secara hati-hati dan tidak tergesa-gesa.

Selesai dengan perihal potong-memotong, siswa beralih ke tahap berikutnya. Satu per satu bahan yang telah siap dimasukkan ke fry pan yang telah diberi minyak panas. Suara desis mulai terdengar. Bumbu-bumbu penyedap pun ditambahkan, membuat masakan kian menggugah selera. 

Para siswa saling bekerja sama dan berbagi tugas saat memasak, ada yang menggoreng, ada yang mengiris bahan
Para siswa saling bekerja sama dan berbagi tugas saat memasak, ada yang menggoreng, ada yang mengiris bahan (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Menit demi menit berlalu, fried noodle sudah masak dan siap di-plating ke dalam paper bowl. Semangkuk mi tersebut menjadi bukti usaha dan proses belajar mereka hari ini. Di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan proses mencoba, bekerja sama, dan keberanian untuk belajar dari setiap langkah yang mereka lalui. 

Menumbuhkan Kemandirian melalui Olah Rasa

Memasak merupakan salah satu life skill penting yang perlu dimiliki, baik oleh laki-laki maupun perempuan. Oleh karena itu, mengenalkan keterampilan memasak sejak dini menjadi langkah relevan bagi siswa. 

Fun Cooking menjadi ruang tempat siswa berproses dan belajar secara langsung, dimulai dari mengolah hidangan sederhana yang dekat dengan keseharian mereka. Dari sana, kepercayaan diri siswa perlahan tumbuh. 

Dengan penuh rasa bangga, siswa memamerkan mi buatannya yang telah dikemas ke dalam wadah
Dengan penuh rasa bangga, siswa memamerkan mi buatannya yang telah dikemas ke dalam wadah (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

GIS 3 Jogja bukan hanya ingin melahirkan generasi muda yang cerdas secara akademik, tetapi juga menguasai life skill untuk bekal kehidupannya. Harapannya, di masa mendatang, siswa bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. []

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *